Kena OTT KPK, Rumah Dinas Bupati Lampung Utara Digeruduk Ratusan Warga – iNews Pagi 07/10

Posted on


Tanggal Tayang: 07/10/2019

Program berita harian yang menyajikan Informasi tercepat dan teraktual secara detail dari berbagai bidang secara LIVE, mulai dari peristiwa politik, hukum, sosial, budaya, ekonomi, dan olah raga, baik dari dalam ataupun luar negeri. Terdapat laporan langsung tim liputan handal kami dari tempat peristiwa yang bisa dijadikan sumber referensi informasi Anda. Dipandu oleh para host yang menarik, dengan gaya santai dan ringan. Saksikan iNews Pagi, iNews Siang, iNews Sore, dan iNews Malam, hanya di iNews agar Anda tidak tertinggal informasi.

Subscribe iNews Official Youtube Channel:
https://www.youtube.com/OfficialiNews?sub_confirmation=1

Follow Our Official Twitter: https://twitter.com/OfficialiNewsTV
Check Our Official Website: https://www.inews.id
Like Our Official Facebook: https://www.facebook.com/OfficialiNews
Follow Our Official Instagram: https://www.instagram.com/officialinewstv

Saksikan info berita terkini di:
iNews Pagi: Senin – Jumat Pukul 06.00 – 07.30 WIB | Sabtu – Minggu Pukul 04.30 – 06.30 WIB
iNews Siang: Senin – Jumat Pukul 12.00 – 13.30 WIB | Sabtu – Minggu Pukul 11.00 – 12.30 WIB
iNews Sore: Setiap Hari Pukul 17.30 – 19.00 WIB | Sabtu – Minggu Pukul 16.30 – 18.00 WIB
iNews Malam: Senin – Jumat 21.00 – 22.00 WIB

Sabang, Lampung, Pelaihari, Banjarmasin, Masohi – 50 UHF | Lhokseumawe, Jabodetabek – 30 UHF | Banda Aceh – 40 UHF | Medan, Pontianak, Semarang – 45 UHF | Pematang Siantar – 58 UHF | Pekan Baru – 48 UHF | Tanah Datar, Bukit Tinggi, Palangkaraya – 33 UHF | Padang, Cirebon – 31 UHF | Batam, Samarinda – 61 UHF | Palembang, Kendari – 44 UHF | Pangkal Pinang – 37 UHF | Bengkulu, Merauke – 24 UHF | Bandung – 22 UHF | Tasikmalaya – 52 UHF | Magelang – 54 UHF | Surabaya – 62 UHF | Denpasar – 53 UHF | Mataram – 38 UHF | Kupang, Gorontalo 56 UHF | Makassar – 51 UHF | Mamuju – 28 UHF | Tarakan – 41 UHF | Palu – 45 UHF | Manado – 26 UHF | Ternate, Manokwari – 34 UHF | Indovision -Channel 83 |Top TV – Channel 83 | Okevision – Channel 101

sumber berita https://www.youtube.com/watch?v=5vj7oWykG2k

JAKARTA, KOMPAS.com – KPK mengamankan total Rp 728 juga dari enam tersangka dalam operasi tangkap tangan ( OTT) dugaan terkait proyek pemerintah kabupaten Lampung Utara. Keenam tersangka, yaitu Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, orang kepercayaan Agung, Raden Syahril, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri. Kemudian, Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh, keduanya dari pihak swasta. “Total uang yang diamankan tim adalah Rp 728 juta terkait proyek di dinas perdagangan dan proyek dinas PUPR,” kata Wakil Ketua KPK Basarian Panjatian dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/10/2019). Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Lampung Utara Tersangka Basaria menjelaskan, KPK menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek di Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara. Usai mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai akan adanya penyerahan sejumlah uang kepada Bupati, lanjutnya, tim langsung bergerak ke rumah Dinas Bupati dan menangkap Raden sekitar pukul 18.00 WIB, Minggu (6/10/2019). “Di rumah dinas Bupati, dari kamar AIM (Agung), tim mengamankan uang sebesar Rp 200 juta. Tim kemudian menuju rumah WHN (Wan Hendri) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya pada pukul 20.00 WIB,” papar Basaria. Baca juga: OTT KPK, Bupati Lampung Utara Diamankan di Rumah Dinasnya, Disoraki Warga Ia menambahkan, secara terpisah, tim KPK lainnya bergerak ke rumah Syahbuddin dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB. Dari Syahbuddin, tim mengamankan uang Rp 38 juta yang diduga terkait proyek. “Secara paralel, tim lain juga mengamankan RGI (Reza Giovanna) sebagai pihak swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB. Kemudian secara terpisah, tim lain bersama RSY (Raden Syahril), kembali ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp 440 juta pada 00.12 WIB,” lanjut dia. Tim, seperti diungkapkan Basaria, kemudian mengamankan Chandra pada Senin dini hari pukul 00.17 WIB di rumahnya. “Terakhir, tim mengamankan FRA (Fria Apristama) Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara sekitar pukul 00.30 WIB. Dari FRA, tim mengamankan uang Rp 50 juta yang diduga terkait proyek,” ujar Basaria. Baca juga: OTT Bupati Lampung Utara, Ini Kesan Warga soal Agung Sebelum Jadi Bupati Dalam kasus ini, Agung, Raden, Syahbuddin, dan Wan Hendri diduga sebagai penerima. Sedangkan Chandra dan Hendra sebagai pemberi. Akibat perbuatannya, Agung dan Raden dijerat dengan pasal 12 a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. Kemudian, Syahbuddin dan Wan Hendri disangkakan melanggar Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kemudian, diduga sebagai pemberi Chandra dan Hendra diduga melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “OTT Bupati Lampung Utara, KPK Amankan Total Rp 728 Juta “, https://nasional.kompas.com/read/2019/10/07/22444741/ott-bupati-lampung-utara-kpk-amankan-total-rp-728-juta.
Penulis : Christoforus Ristianto
Editor : Fabian Januarius Kuwado

37 thoughts on “Kena OTT KPK, Rumah Dinas Bupati Lampung Utara Digeruduk Ratusan Warga – iNews Pagi 07/10

  1. Ciri orang yg pengen kaya dengan cara instant :
    1. Pesugihan dengan cara apapun
    2. Pelihara tuyul
    3. Jadi babi ngepet
    4. Jadi anggota dewan
    5. Paling ampuh : jadi koruptor 👍🏻👍🏻👍🏻

  2. Saya asli dr lampira/lampung utara. Penghargaan yg d dapat dr president dlm katagori pemrataan pembangunan sama skali tidak pantas. Pembangunan hanya ada di pusat kota. Untuk di desa sama skali jauh dr kata pemrataan pembangunan.

    Pembangunan pasar jg hanya ada di lingkungan kota.bukit kmuning, tanjung raja, ogan lima, blm ada pembangunan pasar yg layak.

  3. YG DI ISTANA KORUPSI TRILYUNAN DI BIARKAN,PRIBUMI KORUPSI CEPAT CEPAT DITANGKAP,RASAIN AKIBAT SALAH MEMILIH PEMIMPIN INDONESIA,PRIBUME TERSINGKIR,ITULAH AKIBATNYA MAU RAKYAT DI IMING IMING ,,100 RIBU

  4. Tapi katanya partai NASDEM partainya nggak mintak uang mahar , kok kepala daerah dari partai ini byk yg ketangkap , rakyat kalian bohongi trus , ingat akhirat sama kalian , jangan dunia aja yg kalian pikirkan , bagaimana negara ini mau maju kalian maling uang rakyat semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *