VIVA Top3 :Jubir PA 212 Diperiksa Polisi, OTT Bupati Lampung Utara & Jokowi Tokoh Berpengaruh Dunia

Posted on


VIVA – Juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus penganiayaan Ninoy Karundeng. Nama Presiden Joko Widodo masuk dalam daftar 50 Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia. Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, terciduk dalam operasi tangkap tangan KPK. Baca selengkapnya di:

Novel Bamukmin Akan Diperisa Terkait Kasus Ninoy si Pendukung Jokowi – https://www.vivanews.com/berita/metro/11720-novel-bamukmin-akan-diperisa-terkait-kasus-ninoy-si-pendukung-jokowi-nbsp?utm_source=youtube&utm_medium=referral%20&utm_campaign=creatorstip

Dibawa ke KPK, Bupati Lampung Utara Umbar Senyum – https://www.vivanews.com/berita/nasional/11684-dibawa-ke-kpk-bupati-lampung-utara-umbar-senyum-nbsp?utm_source=youtube&utm_medium=referral%20&utm_campaign=creatorstip

#NovelBamukmin #NinoyKarundeng #JokoWidodo

==========================

VIVA.co.id : https://www.viva.co.id/
Facebook : https://www.facebook.com/vivacoid
Twitter : https://twitter.com/VIVAcoid
Google+ : https://plus.google.com/+VIVAcoid
LINE: https://timeline.line.me/user/_dT4rd5dLUvSPNGSG4PiUvrMTbY_qnTrclU6-odg
Instagram : https://www.instagram.com/vivacoid/?hl=en

Saksikan video terbaru lainnya di sini https://goo.gl/hYoQ7t

sumber berita https://www.youtube.com/watch?v=CGfHOIJXSbM

JAKARTA, KOMPAS.com – KPK mengamankan total Rp 728 juga dari enam tersangka dalam operasi tangkap tangan ( OTT) dugaan terkait proyek pemerintah kabupaten Lampung Utara. Keenam tersangka, yaitu Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, orang kepercayaan Agung, Raden Syahril, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri. Kemudian, Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh, keduanya dari pihak swasta. “Total uang yang diamankan tim adalah Rp 728 juta terkait proyek di dinas perdagangan dan proyek dinas PUPR,” kata Wakil Ketua KPK Basarian Panjatian dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/10/2019). Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Lampung Utara Tersangka Basaria menjelaskan, KPK menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek di Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara. Usai mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai akan adanya penyerahan sejumlah uang kepada Bupati, lanjutnya, tim langsung bergerak ke rumah Dinas Bupati dan menangkap Raden sekitar pukul 18.00 WIB, Minggu (6/10/2019). “Di rumah dinas Bupati, dari kamar AIM (Agung), tim mengamankan uang sebesar Rp 200 juta. Tim kemudian menuju rumah WHN (Wan Hendri) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya pada pukul 20.00 WIB,” papar Basaria. Baca juga: OTT KPK, Bupati Lampung Utara Diamankan di Rumah Dinasnya, Disoraki Warga Ia menambahkan, secara terpisah, tim KPK lainnya bergerak ke rumah Syahbuddin dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB. Dari Syahbuddin, tim mengamankan uang Rp 38 juta yang diduga terkait proyek. “Secara paralel, tim lain juga mengamankan RGI (Reza Giovanna) sebagai pihak swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB. Kemudian secara terpisah, tim lain bersama RSY (Raden Syahril), kembali ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp 440 juta pada 00.12 WIB,” lanjut dia. Tim, seperti diungkapkan Basaria, kemudian mengamankan Chandra pada Senin dini hari pukul 00.17 WIB di rumahnya. “Terakhir, tim mengamankan FRA (Fria Apristama) Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara sekitar pukul 00.30 WIB. Dari FRA, tim mengamankan uang Rp 50 juta yang diduga terkait proyek,” ujar Basaria. Baca juga: OTT Bupati Lampung Utara, Ini Kesan Warga soal Agung Sebelum Jadi Bupati Dalam kasus ini, Agung, Raden, Syahbuddin, dan Wan Hendri diduga sebagai penerima. Sedangkan Chandra dan Hendra sebagai pemberi. Akibat perbuatannya, Agung dan Raden dijerat dengan pasal 12 a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. Kemudian, Syahbuddin dan Wan Hendri disangkakan melanggar Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kemudian, diduga sebagai pemberi Chandra dan Hendra diduga melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “OTT Bupati Lampung Utara, KPK Amankan Total Rp 728 Juta “, https://nasional.kompas.com/read/2019/10/07/22444741/ott-bupati-lampung-utara-kpk-amankan-total-rp-728-juta.
Penulis : Christoforus Ristianto
Editor : Fabian Januarius Kuwado

22 thoughts on “VIVA Top3 :Jubir PA 212 Diperiksa Polisi, OTT Bupati Lampung Utara & Jokowi Tokoh Berpengaruh Dunia

  1. Mohon dengan sangt, dihukum seberat beratnya apabila si novel bersalah… termasuk ini semua yg berada dilokasi kejadian… Termasuk yg nanya2 ini ditangkap dan dipenjarakn…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *